Puriayu Martha TilaarGrand Opening Martha Tilaar Shop - Mal Taman Anggrek
Sejarah Puri Ayu
Tahun 1995 lalu saat pertumbuhan ekonomi sedang booming, growth Martha Tilaar Group (MTG) mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada saat itu era modern market mulai memasuki Indonesia, dengan munculnya beberapa department store asing. Sebagai salah satu perusahan terbesar di Indonesia, MTG juga ingin mencoba masuk ke modern market. Sayangnya perjuangan itu mengalami banyak kendala untuk bisa exist.
Pengalaman pahit yang pernah dialami oleh MTG antara lain ditolak oleh salah satu mall yang menganggap produk keluaran dari MTG sebagai produk lokal yang tidak bisa memberikan image kelas atas. Setelah melakukan berbagai pendekatan, akhirnya Puri Ayu diperbolehkan untuk masuk di Mal Taman Anggrek.
Transformasi
Awalnya pada tahun 1997 Puri Ayu terinspirasi dari brand Sariayu, yang memiliki arti 'purinya orang ayu'. Namun seiring dengan perkembangan jaman dan lahirnya multi brands di MTG maka konsep PA dirasakan sudah kurang pas dan kurang relevan lagi untuk menampung seluruh brand MTG yang sedang berkembang.
Manajemen lalu melakukan konsep making di pertengahan tahun 2007 dan mengambil keputusan untuk mengubah konsep PA. Perubahan ini mengambil konsep yang mengedepankan naturalism , sebagai trend yang sedang diminati oleh dunia. Pada trimester terakhir tahun 2009, Puri Ayu memutuskan untuk mengadakan sedikit perubahan. Sebagai pilot project pertama diberikan kepada outlet Mal Taman Anggrek. Mengambil konsep yang lebih modern tanpa meninggalkan warisan budaya Indonesia.
Perihal desain interior Martha Tilaar Shop ternyata bukan hal yang mudah. Para konsultan asing yang mencoba menawarkan desain ternyata masih dirasakan belum pas. Sehingga pada suatu hari ada kiriman contoh desain dari Marilyne Khoe, seorang mahasiswi desain interior Universitas Ciputra Surabaya. Sesuai dengan usianya yang masih 22 tahun, hasil karya desainnya juga fresh dan memiliki 'soul' yang pas dengan konsep toko.
Penggantian nama dari Puri Ayu menjadi Martha Tilaar Shop merupakan hasil dari survey yang sudah dilakukan kepada seluruh konsumen. "Selama ini masih banyak yang keliru mengira bahwa Puri Ayu adalah toko Sariayu, padahal di dalamnya ada multi brands.
Dan setelah melakukan survey ditemukan juga bahwa nama Martha Tilaar adalah element yang paling penting untuk merk-merk yang dilahirkan MTG sebagai endorser good quality. Maka kami memutuskan mengganti namanya menjadi Martha Tilaar Beauty Shop", ujar Kilala Tilaar Deputy Marketing Director Martha Tilaar Group.
Peresmian Martha Tilaar Shop 22 Oktober 2009 juga dihadiri langsung oleh DR Martha Tilaar, CEO Hartanto Santosa dan 10 loyal customer terpilih.
Martha Tilaar Shop
Selain bisa berbelanja dan berkonsultasi langsung dengan para beauty consultant, ada fasilitas baru yang disediakan yaitu para konsumen bisa meracik lipstick sendiri. Dengan pilihan 11 warna, konsumen bebas menentukan dan mencampur sendiri untuk menciptakan warna lipstick kreasi mereka sendiri. Pengalaman ini bisa dirasakan oleh siapapun hanya dengan Rp40.000,- dan membawa pulang lipsticknya.
Di bulan November juga akan tersedia facial room dengan menggunakan produk dari Biokos skin care yang terbuka dengan sistem by appointment only.
Sampai akhir tahun ini, rencananya proyek Martha Tilaar Shop juga akan hadir semakin dekat dengan konsumennya yaitu di Grand Indonesia, Pluit Village dan Ambarukmo Plaza, Yogyakarta.